Advetorial

Reses di Desa Benuang, Dwi Septaria Serap Aspirasi Warga: Pelestarian Budaya hingga Infrastruktur Jadi Prioritas

×

Reses di Desa Benuang, Dwi Septaria Serap Aspirasi Warga: Pelestarian Budaya hingga Infrastruktur Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini

JURNAL10.COM, PALI – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) VI yang meliputi Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Kota Prabumulih, Dwi Septaria, S.E. dari Fraksi Partai Gerindra terus melaksanakan kegiatan Reses Perorangan Masa Sidang VI Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung pada 3–10 Juli 2026.

Pada 8 Juli 2026, Dwi Septaria menggelar pertemuan bersama Camat, Kepala Desa, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, kepala sekolah, serta berbagai elemen masyarakat di Desa Benuang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan yang selama ini dihadapi.

Dalam dialog tersebut, aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi masyarakat, sektor pertanian, peternakan, hingga pembinaan keagamaan.

Tokoh adat Desa Benuang menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap pelestarian budaya lokal yang mulai tergerus perkembangan zaman. Mereka mengusulkan adanya dukungan terhadap pembinaan seni budaya, termasuk menghidupkan kembali kesenian tradisional seperti Tari Burung Putih, kesenian Senjang, serta berbagai warisan budaya daerah lainnya agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi muda.

Sementara itu, Yani Fitriani mewakili masyarakat menyampaikan bahwa mayoritas warga Desa Benuang masih menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan. Karena itu, masyarakat berharap adanya bantuan berupa pupuk, bibit tanaman unggul, polybag, serta bibit peternakan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan bantuan seragam bagi sekitar 50 hingga 60 anggota Majelis Taklim Desa Benuang sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas pembinaan keagamaan yang selama ini berjalan aktif di desa tersebut.

Di bidang infrastruktur, Rasul selaku Kepala Dusun mengusulkan agar dilakukan kegiatan pembersihan atau tebas bayang rumput dan semak belukar di sepanjang jalur Teluk Lubuk menuju Desa Benuang. Menurutnya, kondisi tersebut telah mengganggu akses masyarakat serta mengurangi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Sementara itu, Kepala Desa Benuang menyampaikan sejumlah kebutuhan prioritas desa, di antaranya penambahan lampu penerangan jalan umum untuk meningkatkan keamanan masyarakat pada malam hari, pembangunan sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih, pembangunan saluran drainase atau parit di sekitar Balai Desa untuk mengatasi genangan air, serta bantuan sarana pengelolaan sampah seperti kendaraan roda tiga pengangkut sampah beserta perlengkapannya guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Dwi Septaria menegaskan bahwa seluruh usulan masyarakat akan menjadi catatan penting dalam pelaksanaan reses dan akan diperjuangkan sesuai dengan kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Menurutnya, reses bukan sekadar agenda rutin anggota legislatif, tetapi merupakan momentum untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sehingga program pembangunan benar-benar lahir dari aspirasi warga.

“Seluruh aspirasi yang disampaikan hari ini memiliki nilai strategis karena menyangkut kebutuhan nyata masyarakat. Mulai dari pelestarian budaya daerah, peningkatan sektor pertanian dan peternakan, pembinaan keagamaan, hingga pembangunan infrastruktur dasar. Semua usulan ini akan saya bawa dan perjuangkan dalam pembahasan bersama pemerintah provinsi agar dapat menjadi bagian dari program pembangunan sesuai skala prioritas dan kewenangan yang ada,” ujar Dwi Septaria.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik semata, tetapi juga harus mampu menjaga identitas budaya masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga.

“Budaya lokal harus tetap hidup sebagai identitas daerah, sementara sektor pertanian, peternakan, infrastruktur, kebersihan lingkungan, dan pelayanan dasar juga harus terus diperkuat. Aspirasi masyarakat Desa Benuang menunjukkan bahwa mereka menginginkan pembangunan yang menyentuh seluruh aspek kehidupan. Sebagai wakil rakyat, saya memiliki tanggung jawab untuk mengawal setiap usulan ini agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.

Melalui kegiatan reses tersebut, diharapkan berbagai aspirasi masyarakat Desa Benuang dapat menjadi perhatian pemerintah sehingga pembangunan di Kabupaten PALI semakin merata, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. ((Adv)