Advetorial

Reses di Desa Prabu Menang, Dwi Septaria Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat dari Pendidikan, Infrastruktur hingga Pemberdayaan Ekonomi

×

Reses di Desa Prabu Menang, Dwi Septaria Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat dari Pendidikan, Infrastruktur hingga Pemberdayaan Ekonomi

Sebarkan artikel ini

JURNAL10.COM, PALI – Memastikan setiap kebutuhan masyarakat terserap secara langsung dan menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) Sumsel VI yang meliputi Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Kota Prabumulih, Dwi Septaria, S.E. dari Fraksi Partai Gerindra melaksanakan kegiatan Reses Perorangan Masa Sidang VI Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung pada 3–10 Juli 2026.

Salah satu titik pelaksanaan reses digelar pada Kamis, 9 Juli 2026, di Desa Prabu Menang, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kegiatan tersebut dihadiri Camat Penukal Utara, kepala desa dan lurah, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala sekolah, guru, kelompok tani, serta berbagai elemen masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat.

Suasana dialog berlangsung terbuka dan penuh keakraban. Masyarakat menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi, mulai dari kebutuhan peningkatan sarana pendidikan, pembangunan infrastruktur dasar, dukungan terhadap kegiatan keagamaan, hingga penguatan sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama warga.

Pada sektor pendidikan, Guru SD Negeri 5 Penukal Utara mengusulkan pembangunan pagar sekolah sepanjang kurang lebih 100 meter. Menurutnya, hingga saat ini sekolah belum memiliki pagar yang memadai sehingga keamanan lingkungan sekolah masih menjadi perhatian. Selain untuk menjaga aset sekolah, keberadaan pagar dinilai penting demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, tertib, dan nyaman bagi para siswa maupun tenaga pendidik.

Sementara itu, dari unsur Majelis Taklim, masyarakat berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap kegiatan pembinaan keagamaan melalui bantuan paket alat rebana, seragam bagi anggota majelis taklim, serta penambahan Al-Qur’an untuk masjid. Menurut Ketua Majelis Taklim, aktivitas keagamaan di Desa Prabu Menang terus berkembang dan melibatkan banyak ibu-ibu maupun generasi muda. Namun, keterbatasan sarana menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.

“Kami berharap pemerintah dapat memberikan dukungan terhadap kegiatan majelis taklim. Bantuan alat rebana, seragam dan Al-Qur’an bukan sekadar perlengkapan, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat syiar Islam, meningkatkan semangat belajar agama, serta membina generasi muda agar memiliki akhlak yang baik,” ungkap perwakilan Majelis Taklim.

Aspirasi juga datang dari Perangkat Desa Prabu Menang yang mengusulkan rehabilitasi total Balai Desa Dusun II. Kondisi bangunan yang mulai mengalami kerusakan dinilai sudah tidak lagi layak untuk menjadi pusat pelayanan masyarakat maupun lokasi pelaksanaan berbagai kegiatan pemerintahan desa.

Selain itu, pemerintah desa juga meminta adanya bantuan bibit sawit unggul bagi lima kelompok tani di Desa Prabu Menang. Usulan tersebut dinilai sangat penting mengingat sebagian besar masyarakat menggantungkan perekonomian keluarga dari sektor perkebunan sawit. Dengan bibit yang berkualitas, produktivitas kebun diharapkan meningkat sehingga berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani.

Perangkat desa menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, dukungan pemerintah dalam bentuk bantuan bibit unggul menjadi kebutuhan yang sangat dinantikan oleh para petani agar hasil produksi dapat meningkat dan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian desa.

Di sektor pendidikan menengah, Guru SMA Negeri 2 Penukal Utara menyampaikan keluhan mengenai akses jalan menuju sekolah yang sering tergenang banjir akibat buruknya sistem drainase. Saat musim hujan, genangan air membuat siswa maupun guru kesulitan menuju sekolah, bahkan tidak jarang aktivitas belajar mengajar ikut terganggu.

Selain perbaikan jalan dan drainase, pihak sekolah juga mengusulkan pengecoran lapangan sekolah yang kondisinya sudah rusak, tidak rata, dan dipenuhi kerikil sehingga berpotensi membahayakan siswa ketika digunakan untuk kegiatan olahraga, upacara bendera maupun berbagai aktivitas sekolah lainnya.

Menurut pihak sekolah, tersedianya akses jalan yang baik merupakan faktor penting dalam mendukung kelancaran proses pendidikan. Begitu pula dengan fasilitas sekolah yang layak akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar.

Seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat menunjukkan bahwa kebutuhan pembangunan di Desa Prabu Menang masih sangat beragam dan memerlukan perhatian dari berbagai tingkatan pemerintah. Warga berharap hasil reses tidak berhenti sebatas pendataan aspirasi, tetapi benar-benar ditindaklanjuti menjadi program pembangunan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Dwi Septaria menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang diterimanya akan didokumentasikan, dipelajari sesuai kewenangan, kemudian diperjuangkan dalam pembahasan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan maupun instansi terkait.

“Reses merupakan amanah yang sangat penting bagi kami sebagai anggota DPRD. Melalui kegiatan ini kami dapat mendengar secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat sehingga perjuangan yang kami lakukan benar-benar berdasarkan kebutuhan riil di lapangan. Seluruh aspirasi hari ini akan saya kawal agar memperoleh perhatian pemerintah sesuai dengan kewenangan masing-masing,” tegas Dwi Septaria.

Ia mengatakan, pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga menyangkut peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, pelayanan publik, hingga pembinaan kehidupan keagamaan yang menjadi pondasi penting dalam membangun masyarakat yang maju dan sejahtera.

Menurutnya, usulan pembangunan pagar sekolah, perbaikan jalan dan drainase menuju SMA Negeri 2 Penukal Utara, rehabilitasi balai desa, bantuan bibit sawit unggul, hingga dukungan terhadap kegiatan majelis taklim merupakan kebutuhan yang saling berkaitan dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Saya ingin memastikan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak berhenti sebagai catatan administrasi. Aspirasi ini adalah amanah yang harus kami perjuangkan. Saya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait agar usulan-usulan prioritas dapat masuk dalam program pembangunan secara bertahap. Saya percaya pembangunan yang baik adalah pembangunan yang lahir dari kebutuhan masyarakat sendiri,” ujar Dwi Septaria.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga komunikasi dengan wakil rakyat dan pemerintah daerah sehingga setiap persoalan yang muncul dapat segera dicarikan solusi melalui sinergi semua pihak.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi masyarakat. Karena itu saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menyampaikan aspirasi, memberikan masukan, serta bersama-sama mengawal pembangunan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Desa Prabu Menang dan Kabupaten PALI secara keseluruhan,” pungkasnya. (Adv)