Advetorial

Peringatan Hari Down Syndrome dan Bulan Kesadaran Autisme Tahun 2026, DP3A Sumsel Apresiasi Potensi Kreativitas Tanpa Batas Anak Berkebutuhan Khusus

×

Peringatan Hari Down Syndrome dan Bulan Kesadaran Autisme Tahun 2026, DP3A Sumsel Apresiasi Potensi Kreativitas Tanpa Batas Anak Berkebutuhan Khusus

Sebarkan artikel ini

JURNAL10.COM, PALEMBANG – Suasana haru, bahagia, dan penuh semangat mewarnai kegiatan Apresiasi Potensi Kreativitas Tanpa Batas Anak Berkebutuhan Khusus dalam rangka peringatan Hari Down Syndrome dan Bulan Kesadaran Autisme Tahun 2026 yang digelar di Gedung Kesenian Kota Palembang, Minggu (3/5/2026).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumsel, Muhammad Zaki Aslam, S.IP., M.Si
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumsel, Muhammad Zaki Aslam, S.IP., M.Si

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sumatera Selatan, Bapak Muhammad Zaki Aslam, S.IP., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, berkembang, serta menampilkan potensi terbaik yang dimiliki, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Menurutnya, peringatan Hari Down Syndrome dan Bulan Kesadaran Autisme bukan hanya menjadi momentum seremonial semata, namun juga menjadi ruang edukasi sekaligus penguatan dukungan sosial kepada anak-anak spesial agar semakin percaya diri dan diterima di tengah masyarakat.

“Anak-anak hebat ini memiliki kemampuan dan kreativitas luar biasa yang harus terus didukung dan diapresiasi. Mereka tidak boleh dipandang dari keterbatasannya, tetapi dari potensi besar yang dimiliki. Di balik anak-anak istimewa ini, tentu ada orang tua yang juga luar biasa, yang dengan penuh cinta, kesabaran, dan perjuangan terus mendampingi tumbuh kembang anak-anak mereka,” ujar Muhammad Zaki Aslam.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian terhadap pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus, mulai dari keluarga, komunitas, lembaga pendidikan, hingga organisasi sosial yang terus aktif membangun ruang inklusif bagi anak-anak spesial di Sumatera Selatan.

Lebih lanjut, Zaki Aslam berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan bakat, minat, serta jiwa seni yang mereka miliki, sehingga mampu meningkatkan rasa percaya diri dan semangat untuk terus berkarya.

“Melalui kegiatan ini kita ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa anak-anak berkebutuhan khusus mampu tampil, berkarya, dan berprestasi. Mereka memiliki masa depan yang cerah apabila mendapatkan dukungan yang tepat dari lingkungan sekitar,” tambahnya.

Acara berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Kegiatan diawali dengan penampilan Tahfidz Al-Qur’an yang dibawakan oleh anak-anak berkebutuhan khusus, dilanjutkan teatrikal drama singkat yang menyampaikan pesan tentang semangat, kasih sayang, dan penerimaan sosial terhadap anak-anak spesial.

Tak hanya itu, suasana semakin semarak dengan penampilan fashion show anak dan orang tua yang berhasil menyita perhatian para tamu undangan. Penampilan tersebut menjadi simbol kuatnya dukungan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh keluarga besar Forkesi Sumsel, perwakilan UMP Palembang, Dewan Kesenian Kota Palembang, Rumah Disabilitas, para orang tua, komunitas pemerhati anak berkebutuhan khusus, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menciptakan lingkungan yang inklusif, ramah, dan bebas stigma bagi anak berkebutuhan khusus semakin meningkat, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal serta memperoleh kesempatan yang sama dalam berbagai aspek kehidupan. (Adv).