Advetorial

Bimtek Satuan Pendidikan Ramah Anak di MAN 1 Palembang, Perkuat Komitmen Ciptakan Lingkungan Belajar Aman dan Inklusif

×

Bimtek Satuan Pendidikan Ramah Anak di MAN 1 Palembang, Perkuat Komitmen Ciptakan Lingkungan Belajar Aman dan Inklusif

Sebarkan artikel ini

JURNAL10.COM, PALEMBANG – Upaya mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak terus diperkuat. Salah satunya melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) yang digelar di MAN 1 Palembang, Senin (4/5/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sumatera Selatan. Kepala Dinas PPPA Provinsi Sumsel, Muhammad Zaki Aslam, S.IP., M.Si., diwakili Kepala Bidang Tumbuh Kembang Anak (TKA), Yunedi, SH., M.AP., dan Kasi Pengasuhan, Pendidikan dan Budaya, Fitri Maharani, S.Sos., M.Si.

Bimtek ini diikuti oleh jajaran guru, tenaga kependidikan, serta unsur pendukung pendidikan di lingkungan MAN 1 Palembang sebagai bagian dari penguatan implementasi Madrasah Ramah Anak (MRA).

Kepala MAN 1 Palembang, Widiawaty, S.Pd., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama seluruh warga madrasah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

Menurutnya, konsep Madrasah Ramah Anak tidak hanya sebatas menciptakan fasilitas belajar yang baik, tetapi juga membangun budaya sekolah yang menghargai hak-hak anak, bebas dari kekerasan, diskriminasi, perundungan maupun perlakuan yang dapat menghambat perkembangan psikologis anak.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh pendidik dan tenaga kependidikan semakin memahami pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang positif, inklusif, serta mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid TKA Dinas PPPA Sumsel, Yunedi, menyampaikan bahwa Satuan Pendidikan Ramah Anak merupakan salah satu strategi penting dalam pemenuhan hak anak di bidang pendidikan. Sekolah maupun madrasah memiliki peran besar dalam membentuk karakter, mental, serta masa depan anak.

Ia menjelaskan, konsep SRA menitikberatkan pada terciptanya lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, aman, peduli, berbudaya lingkungan, serta mampu menjamin dan memenuhi hak-hak anak selama berada di lingkungan sekolah.

“Anak harus merasa terlindungi dan dihargai di lingkungan pendidikan. Sekolah bukan hanya tempat belajar secara akademik, tetapi juga tempat tumbuhnya karakter, kreativitas, dan rasa percaya diri anak,” katanya.

Selain itu, Yunedi juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, hingga peserta didik dalam mewujudkan satuan pendidikan yang benar-benar ramah anak.

Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan materi terkait kebijakan perlindungan anak di lingkungan pendidikan, pencegahan kekerasan terhadap anak, pola pengasuhan positif, hingga penguatan budaya sekolah yang inklusif dan partisipatif.

Kasi Pengasuhan, Pendidikan dan Budaya Dinas PPPA Sumsel, Fitri Maharani, menambahkan bahwa penerapan SRA harus dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi budaya dalam lingkungan pendidikan.

Menurutnya, anak-anak perlu mendapatkan ruang belajar yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga memperhatikan kesehatan mental, kenyamanan, serta kebebasan berekspresi secara positif.

“Dengan terciptanya lingkungan pendidikan yang ramah anak, diharapkan lahir generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki rasa percaya diri yang baik,” ungkapnya.

Melalui pelaksanaan Bimtek tersebut, MAN 1 Palembang diharapkan dapat semakin memperkuat implementasi Madrasah Ramah Anak serta menjadi contoh bagi satuan pendidikan lainnya dalam menghadirkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak. (Adv).